PT Anabatic Technologies Tbk (IDX: ATIC) terus memperkokoh fondasi bisnis dan memperluas kapabilitas layanan di ekosistem usaha. Melalui penguatan portofolio, inovasi teknologi, serta ekspansi pasar yang terarah, perusahaan mempersiapkan diri untuk menangkap peluang pertumbuhan baru di tengah dinamika transformasi digital di Indonesia.
Pada tahun 2025, berbagai inisiatif penajaman fokus bisnis juga telah dilakukan melalui anak-anak perusahaan. Untuk KPSG Group, mereka memperkuat posisi dengan fokus yang semakin tajam pada modernisasi data dan pemanfaatan solusi berbasis AI sebagai penggerak utama pertumbuhan.
Sementara itu, CTI Group menjalankan pemisahan antara unit usaha Value-Added Distributor (VAD) dan unit pengembangan layanan. Langkah ini memastikan core business mereka tetap konsisten memberikan dukungan kepada pelanggan system integrator, sekaligus memungkinkan pengembangan layanan yang lebih fokus dan terarah.
Inovasi Berkelanjutan
Inovasi menjadi pilar utama dalam strategi pertumbuhan Anabatic technologies. Untuk terus mengikuti perkembangan pasar di Indonesia, perusahaan secara berkelanjutan meningkatkan layanan dan produk yang dimiliki.
Anabatic Technologies menyadari adanya kebutuhan untuk terus mengembangkan pengetahuan, kreativitas, dan inovasi. Komitmen ini memastikan perusahaan dapat tetap kompetitif, memberikan nilai tambah kepada klien dan mengantisipasi dinamika yang terus berubah di era digital.
Salah satu inovasi yang terus dikembangkan adalah Intellectual Property (IP). Beberapa perusahaan dari Anabatic Group telah memiliki IP, antara lain KPSG dengan ARSI, Helios Informatika Nusantara dengan Kouventa, Central Data Technology dengan Nebula Cloud Console (NCC), Blue Power Technology dengan Ofis.
Hingga saat ini, IP tersebut dikembangkan secara mandiri dan dan telah digunakan oleh cukup banyak klien di Indonesia. Hal ini mencerminkan komitmen Anabatic dalam menghadirkan solusi teknologi yang relevan, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan pasar lokal.
Strategi Ekspansi ke Berbagai Industri
Dari sisi ekspansi, Anabatic mengoptimalkan peran dua subholding. Setelah melakukan modernisasi sistem, KPSG melakukan ekspansi ke industri perbankan, yang sudah dimulai dengan layanan untuk bank-bank digital. Selain itu, KPSG juga telah memasuki sektor multifinance sebagai target pasar berikutnya.
Minat pasar terhadap solusi KPSG terus menunjukkan peningkatan. Saat ini, cukup banyak perusahaan asuransi dan perbankan yang sedang melakukan uji coba implementasi sistem KPSG. Perusahaan berharap tingginya minat dan proses uji coba ini akan semakin meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk teknologi karya anak bangsa.
Di sisi lain, CTI juga melakukan pengembangan dan perluasan bisnis ke solusi di bidang non-IT technology, seperti renewable technology. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkaya portofolio Anabatic sekaligus memperluas cakupan pasar secara keseluruhan.
Dalam konteks layanan, sektor perbankan dan keuangan masih menjadi target utama perusahaan. Namun demikian, Anabatic Technologies juga berencana memperluas jangkauan ke sektor manufaktur dan FMCG, serta tengah mempertimbangkan beberapa industri lain untuk dimasuki ke depan.
Melalui penguatan fondasi bisnis, inovasi yang berkesinambungan, serta ekspansi yang terarah, Anabatic Technologies menegaskan komitmennya sebagai holding group untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan menghadirkan solusi teknologi yang memberikan dampak nyata bagi transformasi digital industri di Indonesia.
Baca Lainnya:


















